|
Search |
||
|
Navigation User login IT news |
Submitted by Aditya Wirawan on Thu, 09/10/2008 - 06:03.
Hari rabu tanggal 1 Oktober 2008 merupakan hari kemenangan bagi umat islam. Hari dimana takbir dikumanangkan di seluruh penjuru dunia untuk merayakan Hari Idul Fitri. Setelah satu bulan penuh kita menjalankan ibadah puasa, menahan makan minum serta hawa nafsu untuk mencari ridho Allah SWT berakhir di hari nan fitri ini. Berbagai kegiatan dilakukan umat islam untuk menyambut hari,mulai dari membeli baju baru,membuat kue-kue yang unik. Dan yang tidak kalah seru yaitu tradisi pulang kampung. Bagi mereka yang selama hari biasa menyibukkan diri dengan pekerjaan dan rutinitas sehari-hari yang kadang kurang memberi kesempatan untuk berjumpa dengan keluarga hal tersebut merupakan suatu kenikmatan tersendiri. Terlebih-lebih jika Kita merantau ke daerah kota. Bangun tidur,kemudian mandi dan bergegas berangkat ke masjid untuk mengikuti shalat ied bersama saudara,keluarga dan tetangga sungguh membuat jiwa ini menjadi tentram. Di sepanjang jalan menuju masjid banyak orang yang memakai baju putih dan muka berseri-seri membuat hati ini bertanya, “ Oh,ya Allah. Inikah nikmat yang engkau janjikan kepada hambamu yang bertaqwa dan menjalankan segala perintahmu”. Siang hari yang panas membuatku malas untuk keluar rumah. Keluargaku lebih biasa dirumah untuk menanti tamu-tamu yang datang untuk berkunjung dan berjabat tangan serta mengucapkan “Minal Aidzin Wal Faidzin”. Kalau orang jawa lebih sering mengucapkan “Sugeng Riyadi”. Entah mengapa sekarang anak-anak tetangga jadi jarang berkeliling kerumah-rumah untuk menantikan angpau (atau “Wisit”) dari yang punya rumah. Padahal dulu waktu jaman aku masih kecil kegiatan mencari wisit bersama-sama merpakan tradisi yang harus dilakukan. Ya meskipun Cuma dapat paling seribu dari masing-masing rumah tapi kalau dikumpulin jadi banyak lho, bisa buat beli jajan sendiri. Opor ayam yang kemarin dimasak ibu sudah siap dinikmati. Hmmmmm,,dari aromanya saja sudah menggoda. Malam setelah shalat maghrib aku baru minta maaf atas kesalahan selama ini dengan orang tua. Disela-sela suasana yang mengharukan ortuku juga memberikan beberapa nasihat agar aku lebih memperbanyak ibadah,mendekatkan diri pada Allah dan juga mendoakan agar berhasil dalam kuliah. Kemudian kami sekeluarga berkumpul bersama dirumah kakek nenek yang kebetulan deket rumah (satu RT). Disitu ternyata sudah ada Om dan Tanteku dari luar kota,gila bayangin aja dari bogor sampai kota pati naik motor boncengan. Bisa dibayangkan bakal capek abis. Dirumah mbah sungguh rame,sampai ngobrol-lama tidak terasa. H-4 lebaran teman-teman alumni SMA yang dulu satu kelas mengajak kumpul-kumpul. Tak terbayangkan bagaimana wajah-wajah mereka yang sudah lama tidak bertemu selama ini. Efrin,temen sekelas 2 tahun yang paling sering tak goda waktu dulu juga datang. Tapi sayang teman sebangkuku “Aan” gak datang. Acara berlangsung dirumah Indah (cewek yang dulu suka menangis sekarang sudah dewasa,hehe). Fitri Indah juga ikut,dia itu cewek yang selama SMA sering banget debat sama aku,entah dulu kenapa kalau bicara sama dia rasanya bikin greeegetaaan aja. Tapi sekarang sudah nggak kayak dulu,dia agak lembut. Pertemuan dirumah indah tiap tahun memang menjadi aganda rutin alumnus IPA 1 SMA 2 PATI. Semoga teman-teman yang tidak datang bisa datang di tahun depan.
|
Link utama Friends Blog Recent blog posts
Add the website to your browser's favorites Speak up !!! |