|
Search |
||
|
Navigation User login IT news |
Namanya Wibree. Nokia memperkenalkannya pada awal Oktober yang lalu. Wibree langsung mencuri perhatian. Beberapa kabar menyebutkan temuan baru yang dikembangkan oleh Nokia Research Center ini memiliki kemiripan dengan Bluetooth. Makhluk seperti apa sebenarnya si Wibree ini? Seperti Bluetooth, Wibree juga bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Teknologi ini mampu menjembatani perangkat digital secara nirkabel dalam radius nol hingga sepuluh meter. Kecepatan data yang ditawarkan Wibree mencapai 1Mbps. Apa yang membedakan Wibree dengan Bluetooth? Teknologi buatan vendor asal Finlandia ini diklaim lebih hemat energi. Masalah daya tahan baterai telah menjadi isu yang mengemuka. Hingga kini Bluetooth masih menuai keluhan terutama dari pengguna yang ponselnya jadi lebih cepat loyo saat menggunakan Bluetooth dalam jangka waktu yang cukup lama. Wibree mencoba memberikan jalan keluar dengan menyodorkan teknologi yang tidak menguras baterai. Wibree juga berukuran lebih kecil. Penggunaan Wibree dalam beragam perangkat digital bisa lebih memangkas biaya produksi. Selain itu, sama seperti Bluetooth, kemampuan interoperability yang dimiliki Wibree membuat teknologi ini mampu mengkoneksikan perangkat digital dari multi-vendor. Dengan serangkaian kelebihan yang dimilikinya, teknologi ini bisa dijadikan alternatif sarana konektivitas nirkabel yang diintegrasikan ke beragam perangkat digital, seperti ponsel dan komputer multimedia. Dari spesifikasi yang dimiliki teknologi ini, Nokia mengembangkan implementasi Wibree dalam dua alternatif, yaitu dual mode dan stand alone. Pada implementasi dual mode, Wibree bekerja bersama fitur Bluetooth yang sudah ada di dalam satu perangkat dengan biaya yang lebih rendah. Impelementasi dual mode ini ditargetkan untuk digunakan pada ponsel, komputer multimedia, dan PC. Sedangkan implementasi stand alone lebih menargetkan pada energi yang digunakan. Contoh perangkat yang dibidik oleh implementasi stand alone adalah perangkat olah raga, jam, keyboard wireless, mainan, juga perangkat yang menghubungkan manusia atau human interface devices. "Teknologi Wibree ini merupakan satu pengembangan penting yang membuka peluang pasar baru dan menawarkan kemungkinan baru bagi pengguna perangkat bergerak," ujar Dr. Bob Iannucci, Ketua Nokia Research Center. Iannucci menambahkan Nokia kini bertujuan untuk merancang standarisasi industri dalam waktu yang lebih cepat dengan harapan solusi ini dapat segera dikomersialisasikan dan diintegrasikan ke dalam produk. Untuk mengembangkan kemampuan interoperability dari Wibree, Nokia berencana akan mengembangkannya bersama-sama dengan penyedia semiconductor dan penyedia perangkat digital. Nokia juga tak lupa menggandeng para pengembang konten. Saat ini Broadcom Corporation dan CSR tercatat sebagai anggota forum yang bertugas untuk merumuskan spesifikasi. Sedangkan Epson dan Nordic Semiconductur memegang lisensi untuk chip Wibree yang akan nantinya akan dikomersialkan. Suunto dan Taiyo Yuden memberikan kontribusinya pada spesifikasi interoperability antara Wibree dengan perangkat digital lainnya. Kerja bersama ini diperkirakan akan membuahkan kemampuan interoperability versi komersial dari Wibree akan tersedia pada kuartal kedua tahun 2007. Wibree & Bluetooth Konektivitas nirkabel ibarat jembatan tak tampak mata yang banyak membantu komunikasi data bagi pengguna perangkat digital. Selain infra merah, Bluetooh menjadi konektivitas nirkabel yang membuat banyak orang jatuh hati. Inisiatif pengembangan teknologi Bluetooth datang dari Ericsson di tahun 1994. Pada bulan Februari 1998, lima perusahaan yaitu IBM, Intel, Nokia, Toshiba, dan Ericsson membentuk Bluetooth Special Interest Group (SIG). Sejak kehadiran produk pertama dengan Bluetooth yaitu headset dan adapter untuk ponsel Ericsson pada tahun 2000, produk-produk yang terintegrasi dengan Bluetooth makin mudah dijumpai. Sebagai pemain baru di ranah konektivitas, kehadiran Wibree masih mengundang banyak tanda tanya. Pertanyaan yang timbul umumnya berkisar seputar kemampuan yang bisa dijalankan oleh teknologi anyar ini. Pertanyaan lainnya adalah apakah Wibree ini akan diposisikan untuk menggantikan Bluetooth atau hidup berdampingan dengan Bluetooth? Menilik implementasi dual mode yang merupakan bagian dari pengembangan Wibree bisa ditarik kesimpulan kalau teknologi ini akan berjalan bersama dengan Bluetooth. Sebagai realisasi dari implementasi dual mode ini, bisa jadi Nokia akan melahirkan produk yang memiliki fitur Bluetooth dan Wibree di dalamnya. Hal ini dikuatkan oleh pernyataan dari pihak Bluetooth SIG. Mereka mengatakan sudah terjadi pembicaraan dengan Nokia yang membahas tentang penyertaan teknologi Wibree dalam standar yang sudah ada. Penasaran dengan kinerja si Wibree ini? Kita tunggu saja gebrakannya tahun depan. Sumber: Tren Digital |
Link utama Friends Blog Recent blog posts
Add the website to your browser's favorites Speak up !!! |